Jumat, 08 Juli 2022

MENULIS AOTOBIOGRAFI

 

 


MENULIS AOTOBIOGRAFI

 

Pertemuan  Ke : 23

Hari               :  Jumat,   Juli  2022

Gelombang   :  25

Narasumber   :  Suparno, S. Pd, M.Pd

Moderator     :  Lely Suryani

Sambil menikmati makanan panas di warung, karena dalam perjalanan di kota tetangga.

Ada tetanggan yang bertanya “bu tindak kemana?”

“Oh ini Mau kulakan barang ke Magelang, mumpung bapak baru longgar waktunya” sahutku sambil persiapan mengunci pintu sedang bapak memanasi kendarakan gerobak roda empat model kuno

Sambil selalu kupantengi HP yang dari tadi sudah mulai banyak wa di grup BM 25. Kulihat flyer sudah di kirim oleh tim mala mini sebagai narasumber Suparno, S. Pd, M.Pd dan didampingi moderator bunda Lely Suryani yang pinter selalu menyenangkan dan enerjik

Aotobiografi adalah sebuah buku yang berkisah tentang diri sendiri darisemenjak lahir sampai dewasa atau mencapai sebuah kisah keberhasilan. Dapat diartikan juga aotobiografi sebuah teks karangan yang menceritakan tentang pengalaman, kisah atau perjalanan hidup seseorang dan ditulis oleh orang itu sendiri. Aotobiografi dikenal juga dengan sebutan Otobiografi.

“au.to.bi.o.gra.fi(n) adalah riwayat hidup pribadi yang ditulis sendiri. Ini pengertian kata dari KBBI.

Contohnya:  saya indaryati temanku sd sering memanggilku dengan en (si en) yang artinya nomer satu dalam bahasa belanda waktu itu nenekku pinter bahasa belanda karena sekolah dan masih hidup dimasa belanda masih ada di Indonesia. Aku lahir di jogyakarta, sewaktu kecil aku hidup dengan nenk dan kakungku di desa sidoarum, sleman Yogyakarta. Rumahku yang nyaman berbentul limas an khas model rumah Yogyakarta dan suasana yang masih sepi waktu itu. Dinding rumahku sudah bata atapnyapun sudah genteng tetapi dasaran lantainya masih tanah. Bapaku seorang pegawai negeri di IKIP N Yogyakarta sedangkan aku di besarkan oleh seorang ibu rumah tangga dengan keterampilannya menjahit net bulu tangkis, net bola voly, dan menjahit tas kain. Disanalah aku tumbuh besar dan sekolah mulai TK, SD, SMP, SMK dan sampai perguruan tinggi.

 

Perbedaannya dengan Biografi biasanya mengandalkan berbagai dokumen, peninggalan, data-data, dan sudut pandang. Maka aotobiografi sepenuhnya hanya mengandalkan pada ingatanya sendiri saja atau orang-orang terkait yang pernah ada dalam hidupnya.

Langkah Menyusun Buku

Ø  Mulailah dengan membuat outline atau kerangka tulisan yang akan kita publis untuk menjadi buku

Ø  Kemudian mulailah editing

Ø  Buku butuh anatomi yang indah, menarik dan menginspirasi, jika di dalam satu judul ada quates atau kata-kata bermakna yang menginspirasi

Ø  Setelah buku autibiografi selesai ditulis mintalah orang lain  yang kita percaya untuk menjadi editor yang berkaitan dengan ejaan, PUEBI, KBBI dan tata bahasa tulisan.

Ø  Cover buku sebagai tahap berikutnya, buku yang baik minta kata pengantar pada tokoh-tokoh terkenal agar lebih dipercaya pembaca. Buat prakata dan daftar isi agar semakin sempurna

Ø  Langkah berikutnya kirimkan pada penerbit yang terpercaya, bisa penerbit indie untuk langkah awal

Mulai menulis perjalanan hidup kita karena satu saat pasti ada diantara anak cucu kita yang akan membaca dan tahu akan perjalanan hidup orang tua, nenek atau eyang mereka. Saat itulah buku aotobiografi sangat bermanfaat.

Temanggung, 8 Juli 2022


Rabu, 06 Juli 2022

MENULIS DIKALA SAKIT

 



MENULIS DIKALA SAKIT

 

Pertemuan  Ke : 22

Hari                 :  Rabu, 7  Juli  2022

Gelombang      :  25

Narasumber     :  Suharto, M.Pd

Moderator       :  Helwiyah

Allah SWT menciptakan siang malam, gelap petang, mudah sulit, sehat sakit dan seterusnya. Keadaan diri dalam keadaan sehat manusia kadang lupa akan nikmat yang diberikan oleh sang penciptanya yaitu kesehatan yang nyata. Tetapi bila kita dalam keadaan sakit barulah terasa kenikmatan orang yang sehat itu sangat luar biasa, tidak tergantikan dengan uang atau emas permata.

Kemurahan sang pencipta sangat di sayangkan bila kita lupa mensyukurinya. Semua aktifitas akan terganggu akan bergerak untuk mengambil kebutuhan sendiri kita tidak kuasa. Semua aktifitas kita, pekerjaan kantor, mengajar, berdagang, dan kegiatan lain dirumahpun jadi tidak terkafer.

Sedih bukan bila keadaan demikian. Topic materi hari ini adalah Menulis dalam keadaan sakit. Oleh bapak Suharto, M.Pd dan seorang moderator Ibu Helwiyah. Mengenal lebih jauh dengan Beliau bapak Suharto silahkan untuk klik link di bawah ini

http://suharto69.blogspot.com/2021/06/menulis-dikala-sakit-2.html

 

Kekuatan dan semangat menulis bapak Suharto sangat luarbiasa dalam keadaan sehat beliau merasa prihatin dan  terpanggil untuk tetap selalu bermanfaat diwujudkan dalam sebuah karya tulisannya.


Awal aktifitas beliau diantaranya

1.      Senang membawa dan membaca buku  

Senang dengan buku, membawa buku, kewajiban menbawa buku di kelas, sekolah sewaktu menjadi guru wali kelas.

2.      Merubah kebiasaan Guru

Merasa prihatin dengan kebiasaan guru-guru yang kompas sehingga tulisan tidak nyambung dari awal hingga akhir, untuk itulah kita harus belajar dan mencari pelatihan di kelas menulis.

3. Membeli buku

Yang perlu dilakukan pertama adalah beli buku tentang tulis menulis walaupun masih binggung. Langkah berikutnya mengikui pelatihan-pelatihan menulis dengan melihat di mensos, face book, guru ngeblok. Di guru ngebok bertemu dengan Om Jay dan tim yang lain.

Tulislah apa yang kamu bisa, tulislah apa yang kamu alami, tulislah apa yang kamu derita.

 

 

Kiat. Semua berawal dari niat, ketiadaan sulit untuk mewujudkan mimpi. Niat yang kuat terkadang bisa  mewujudkan sesuatu yang mustahil.

Jangan bandingkan diri kita dengan orang lain. Orang lain juga dahulunya sama dengan kita. Gaya menulis setiap orang berbeda-beda.

Sekarang tulis saja apa yang kita bisa dan kuasai . Mulailah dari yang sederhana untuk melatih membuat kalimat. Tentunya terus membaca karya orang lain. Banyak baca, banyak lihat video dan lainnya. Malas terkadang hinggap tak kala kita ingin melangkah menuju kesuksesan, maka itu, lawan dengan rajin menulis.

Optimis itu kunci kesuksesan. Jika orang banyak bisa, insya Allah kita pasti bisa.

Gampang tulis saja. Hari ini saya sedang Bad Mood karena harga cabe mahal....maka itu,.......

Represing dahulu.....agar presss

Melakukan hal-hal yang bermanfaat untuk orang banyak. Kebetulan yang saya bisa lakukan ketika sakit ya, membaca dan menulis di gawai.

Tentunya dengan menulis yang positif dan yang membangun kepribadian hidup itu sangat bermanfaat. Maka saya tulis hampir 100 artikel temanya membangun kepribadian. Dari 100 itu saya himpun jadi dua buku. Menuju Pribadi Unggul dan kunci Kesuksesan Hidup.

Tidak ada yang di pikirkan, hanya menulis dan menulis lalu terbitkan, menulis saja biarkan orang lain yang menilai

 Tema dalam menulis

1. Perjalanan hidup pribadi

2. Kepribadian hidup

3. Percintaan ( novel)

4. Buda Betawi

5. Dll

Semua kembali kepada niat. Banyak membaca , dan terus menulis yang kita bisa dan kuasai. Semua yang kita tulis itu baik, sepanjang tulisan kita mempunyai ruh. Bisa menggerakkan orang lain untuk berbuat.

Menulis apa? Menulis apa yang saya derita. Saya posting di Facebook. Apa yang terjadi banyak para pembaca yang tertarik, karena setiap artikel selalu saya selipkan kalimat motivasi. Dengan sisah tenaga yang ada saya berusaha untuk mengikuti sebatas kemampuan. Alhamdulillah, dengan pelatihan tulisan saya semakin banyak nutrisinya,

Karena langsung saya terapkan. Sejak itu  terus menulis dan menerbitkan hingga mempunyai 10 buku solo ber-ISBM. Buku ke 11 sedang proses ISBN dan buku ke 12 sedang diedit. Disamping menulis saya belajar desain cover buku dengan pak Ajinatha. Alhamdulillah, sekarang menulis, layout, dan cover buku dilakukan sendiri. Disamping juga membantu teman-teman yang ingin dibuatkan gratis

 

Karya-karya beliau Suharto

Karya tulisan Beliau

Karya tulisan beliau



Karya Cover beliau




Keberhasilan  beliau Suharto, M. Pd di antaranya

-bisa mendesain cover buku

 - bisa melayout buku

 - kedatangan YouTuber

- Chanel Sutrisno Muslim "Guru Inspiratif"

- Chanel Akbar Zaenudin " Guru  Inspiratif"

- mendapatkan Penghargaan

- mendapatkan uang

- mendapatkan teman

 - Net working

- Mudah naik pangkat

- Jadi Nara Sumber


Kenangan Beliau


Keadaan sakit tetap berkarya








Super sekali karya dan encapaian beliau, mari ATM semoga kita dapat meneladani semangat dan pejuangan beliau Cing Suharto, tetap sehat dan memberikan yang terbaik untuk semua, amin

 

Temanggung, 6 Juli 2022







Senin, 04 Juli 2022

MENJADI PENULIS BUKU MAYOR

 



MENJADI PENULIS BUKU MAYOR

 

Pertemuan  Ke: 21

Hari                 :  Senin, 4 Juli  2022

Gelombang      :  25

Narasumber     :  Joko Irawan Mumpuni

Moderator       :  Muliadi

Malam ini dengan kondisi kesehatan yang turun, tetap berusaha untuk etap bisa mengikuti materi hari senin malam yanitu pertemuan BM ke 25 yang ke 21. Mala mini dengan nara sumber seorang direktur penerbit Mayor yang ada di Jogyakarta yaitu Penerbit Andi.  Beliau adlah Bapak Joko Irawan Mumpuni di damping seorang moderator  bapak Muladi yang luar biasa.



Tingkat literasi bangsa kita yang masih dikategorikan rendah sehingga merupakan salah satu kendala dalam literasi dan penerbitan buku di Indonesia

1, minat membaca yang rendah

2. menat menulis yang kurang (tidak tahu cara menulis, penerbitan yang susah)

3. Pemahaman hak cipta (duplikat, bajakan). 

            Senang malam hari ini bisa ketemu dengan teman2 semua digrup ini untuk kita dapat belajar bersama-sama bagaimana dapat membuat tulisan yang berguna bagi siapapun yang membacanya.  Jadi pada malam hari ini acara berbagi pengalaman :

Tayangan slide yang pertama:



Penerbit adalah  Industri kreatif yang didalamnya ada kolabarasi insan2 kreatif : Penulis, Editor, Layouter, Ilustrator dan desain grafis..

Ini adalah bagian dari industri kreatif penerbitan cetak, saat ini dan mendatang akan bertambah insan2 kreatif bidang lain yang akan bergabung seiring dengan perkembangan dunia penerbitan yang kini sudah mengarah pada Publisher 5,0. yang memanfaatkan teknologi IT untuk menerbitkan karya2 kreatif.

Ada jenis2 buku didunia ini, biasanya klasifikasi jenis buku digambar dengan grafis yang mirip sirip ikan seperti ini:



Dua kategori besar jenis buku adalah buku Teks (buku sekolah-kampus) dan buku Non Teks (buku-buku populer). Buku sekolah disebut buku pelajaran sedangkan kampus disebuat buku Perti (perguruan tinggi). 



Buku Nonteks  dibagi dua lagi menjadi buku Fiski dan Non Fiksi. Sehingga grafisnya akan tergambar seperti ini:

 


 Buku Perguruan tinggi dibagi dua lagi menjadi buku Eksak dan Non Eksak.

Sekarang mari kita lihat grafis2 hasil survei yang menggambarkan dunia perbukuan di Indonesia..

Coba teman2 cermati dulu satu persatu...

 Itulah gambaran perbukuan di Indonesia yang dapat teman2 pakai sebagai dasar atau inspirasi penulisan buku.

Contoh buku yang telah terbit:



 
Perhatikan judul judul yang tres dan nge in pada masa sekarang, sering dicari dan dibaca oleh konsumen.
Penulis yang mempunyai ideal dan industrial

Perhatikan tahapan dimana posisi kita sebagai seorang penulis






Perhatikan dalam memilih penerbit yang jujur dan bijaksana



Hindari penerbit seperti di bawah ini


Apa yang akan didapatkan penulis

1. Kepuasan (sebagai karya monumental)

2. Reputasi (buku sebagai karya yang terpublikasi)

3. Karier (menjadi kebutuhan dalam kenaikan jabatan )

4. Uang (royalti)

 Untuk Menulis buku dengan ending laku dipasar yaitu dengan memilih judul melalui link tres.goole.co.id

Proses naskah menjadi buku


Alhamdulillah hirabil alamin semoga bermanfaa, untk semua


Temanggung, 4 Juli 2022

Jumat, 01 Juli 2022

MENGUAK DAPUR PENERBIT MAYOR

 




MENGUAK DAPUR PENERBIT MAYOR

 

Pertemuan  Ke: 20

Hari                 :  Jumat, 1 Juli  2022

Gelombang      :  25

Narasumber     : Edi S. Mulyanta

Moderator       :  Rusminiyati

 

“Minder  dalam menulis sebuah rasa didalam hati yang kadang sering medera, karena ketidak mampuan dan kurangnya ilmu yang dimiliki. Mencari ilmu di manapun dan dengan siapapun itulah jalan keluar mengatasinya”. indaryati

 

 

Beruntungnya sebelum pandemi, pemerintah telah mengeluarkan undang-undang perbukuan yang mencoba format baru digital untuk dapat dikembangkan di dunia perbukuan Indonesia.

Dunia penerbitan yang saat ini di bawah IKAPI (Ikatan Penerbit Indonesia), menjadi was-was dan memandang cukup berat tantangan ke depan dunia cetak dan produksi buku. Undang-undang no 3 th 2017 tentang sistem perbukuan, telah memberikan isyarat yang tegas akan hadirnya format media digital yang telah diberikan keleluasaan untuk secara bertahan menggantikan dunia cetak. Dipertegas lagi dengan keluarnya Peraturan Pemerintah no 22 yang keluar pada tahun 2022, telah memberikan petunjuk secara tegas untuk memberikan arah ke dunia digital di penerbitan.

Kita sebagai penulis harus memahami hal ini, karena atmosfir dunia penerbitan perlahan-lahan akan berubah, karena posisi penulis menjadi semakin strategis dalam industri penerbitan.

Hal tersebut membuat dunia penerbitan bergegas untuk mengubah haluan visi misi mereka  ke arah yang lebih up to date, menyongsong perkembangan teknologi yang lebih cepat dibandingkan perkembangan dunia bisnis penerbitan secara umum. Beberapa penerbit yang tidak dapat mengikuti perkembangan jaman, akhirnya mencoba mengurangi intensitas  terbitan bukunya, akhirnya berimbas pula ke jumlah produksi buku mereka, dan memukul pula pendapatan atau omzet buku mereka. Penerbit buku di bawah IKAPI adalah penerbit yang mementingkan UUD (Ujung-ujungnya Duit) untuk mempertahankan kelangsungan bisnisnya. Secara otomatis cash flow akan terganggu, sehingga banyak penerbit akhirnya berpindah haluan ke usaha yang lain.

Tahun 2020-2022 merupakan masa paceklik bagi industri penerbitan, akan tetapi berbeda dengan dunia penulisan yang justru marak-maraknya. Hal ini mungkin karena aktifitas kita dibatasi, sehingga banyak yang memberikan kesempatan untuk bekerja dari rumah (WFH)

Penerbit seperti kami, tidak kekurangan naskah selama pandemi, dengan angka naskah masuk yang masih stabil. Akan tetapi angka penjualan yang turun hingga 90%, dimana toko buku sebagai outlet utama kami banyak yang tutup. Sekolah dan kampus sebagai sumber pendapatan kami juga melakukan proses belajar mengajar secara daring.

Produksi buku reguler sempat terhenti, sehingga banyak penulis yang mempertanyakan masa depan penerbitan di Indonesia secara umum.

Tidak semua tema buku, ternyata bisa digantikan oleh digital, hal inilah yang memberikan harapan baru penerbit untuk masih tetap memertahankan lini bisnis bukunya. Titik balik (rebound)  pasar buku yang lesu tampaknya sudah mulai terasa mulai awal tahun 2022 ini, sehingga beberapa penerbit yang terlanjur mengurangi produksi bukunya bisa tertinggal oleh penerbit yang masih konsisten memertahankan produksi bukunya.

Data-data pemasaran tidak pernah bohong, bahwa beberapa buku dengan tema yang khas ternyata masih sangat baik di pasar. Nah para penerbit saat ini sedang gencar untuk tetap mempertahankan lini bisnis, yang memang telah teruji oleh perubahan jaman. Hal ini memang membutuhkan dana yang luar biasa besa untuk mencoba menggali lebih dalam pasar-pasar buku yang tidak tergoyahkan dengan perkembangan teknologi yang begitu gencar. Di dalam dunia Start-up dikenal dengan strategi bakar uang, nah di penerbit-penerbit masih mencoba untuk melakukan beberapa penelitian tema yang masih tetap baik di pasar.

Tema yang menjadi primadona ke depan adalah berkaitan dengan kurikulum baru Merdeka Belajar

Bapak ibu tentunya mempunyai pengalaman tentang hal ini, bisa dicoba ditawarkan ke penerbit. Peluang untuk terbit cukup menarik dengan tema kurikulum yang baru.

Penerbit-penerbit mayor mempunyai idealisme masing-masing, sehingga perlu diperhitungkan jika mengusulkan usulan buku ke penerbit-penerbit tersebut.

Toko buku saat ini sudah mulai kembali menggeliat, peluang terbit di lini toko buku memang cukup berbeda dengan lini sekolah maupun kampus.



Tema buku yang menjadi andalan Toko Buku saat ini adalah tema buku non teks, seperti buku Anak, Buku Motivasi  dan Agama, Fiksi, hingga buku Masak yang masih nangkrin di 10 besar data buku terlaris di setiap toko buku di Indonesia.




Yang  menjadi permasalahan klise di dunia penerbitan adalah masalah modal beserta pembiayaan produksi buku yang cukup besar nulainya dalam sebuah proyek terbitan satu judul buku.

Konsep dasar pembiayaan dalam penerbitan buku, adalah penerbitnya yang membiayai. Nah karena banyak tulisan yang tidak sesuai dengan misi dan visi penerbit akhirnya tidak dapat terbit. Banyaknya buku yang ditolak penerbit, akhirnya penerbit memberikan skema lain dalam penerbitannya. Misalnya dibiayai oleh penulisnya sendiri, baik melalui skema dana pribadi, CSR Perusahaan, Dana Penelitian Daerah, Dana Sekolah dll.

Skema penerbitan Indi, sempat marak saat pandemi, dengan pembiayaan dari penulis akhirnya sebuah naskah dapat diterbitkan. Maraknya penerbitan indi ini ternyata memicu permasalahan yang lain yang belum pernah terjadi selama saya berkarier di dunia penerbitan yaitu menjadi langkanya nomor ISBN di perpustakaan nasional.

Geger ISBN pun menjadikan permasalah literasi di Indonesia menjadi sorotan dunia. Begitu besar semangat untuk menulis di Indonesia menjadikan nomor ISBN pun tidak kuasa menerima energinya. Apakah benar begitu?

Ternyata ada anomali yang tidak wajar terjadi didunia perbukuan di Indonesia. Wadah ISBN yang biasanya tersedia dengan mudah untuk mendapatkannya, saat ini menjadi nomor mewah yang cukup sulit untuk mendapatkannya. Mengapa bisa demikian, hal ini karena dipicunya keinginan menulis buku hanya untuk mengejar angka kredit semata, tidak memikirkan apakah tulisan tersebut disebarluaskan ke masyarakat seperti amanat undang-undang perbukuan 2017.

Apakah manfaat ISBN tersebut? ini saya ambil dari presentasi perpustakaan nasional tentang fungsi ISBN



Pemicu kelangkaan ISBN adalah nomor 5 tersebut, pada dasarnya bukan karena kesalahan ekosistem penerbitan

   Saat ini konsep penerbitan buku oleh pemerintah dicoba untuk kembali sesuai dengan Undang-undang perbukuan 2017, dimana terbitan buku harus tersebar luas di masyarakat. 




Perpustakaan nasional akhirnya memberikan kebijakan baru untuk ini adalah struktur utama ISBN, pada publication element menunjukkan jumlah produksi buku yang telah diterbitkan untuk mengetahu jumlah rata-rata produksi buku sebuah penerbit

Dengan kebijakan ini, semangat menulis bapak-ibu masih tetap terjaga. Buku adalah sumber ilmu, yang memang harus disebarluaskan ke masyarakat untuk meningkatkan literasi di segala bidang.embuat sub nomor untuk menghemat ISBN yang telah dijatah oleh ISBN Internasional.

Penulis dapat mencoba menawarkan semua tipe tulisan supaya peluang terbitnya menjadi lebih besar. Saat ini pasar buku sudah mulai bangkit lagi, akan tetapi produksi buku sudah terlanjur melambat. Sehingga bulan-bulan ke depan, jumlah judul buku yang beredar di Indonesia akan mengalami penurunan akibat 2,5 tahun pandemi.

Kesempatan bagi kita untuk tetap semangat menulis karena pasar buku masih cukup menarik mengingat buku fisik masih menjadi andalan utama penerbit dalam mencari peruntungannya.

Kesimpulan

Penerbit adalah lembaga yang mencari profit, dan mempunyai idealisme dalam menerbitkan bukunya sesuai dengan visi misinya. Penulis dapat mengikuti idealisme penerbit dalam menghasilkan buku yang akan dinikmati oleh pembacanya. Kirimkan usulan penerbitan buku, supaya ide kita dapat ditangkap penerbit dan disebarluaskan ke pembaca.

Semoga dapat memberikan gambaran tentang dunia penerbitan di Pasca Pandemi yang cukup memporak porandakan lini bisnis penerbitan. Semoga pasar buku bisa kembali pulih, dan naskah bapak ibu sekalian akan menghiasi rak-rak toko buku kembali, dan tas-tas sekolah anak didik kita

 

Temanggung, 1 Juli 2022









Rabu, 29 Juni 2022

PEMASARAN BUKU

 



PEMASARAN BUKU

 

Pertemuan  Ke: 19

Hari                 :  Rabu, 29  Juni 2022

Gelombang      :  25

Narasumber     :  Agus Subardana

Moderator       :  Sigit Purwo Nugroho

“Semua akan mati kecuali karyanya. Maka tulislah sesuati yang akan menbahagiakan dirimu diakhirat kelak.”  Ali bin Abi Thalib

Pemasaran buku adalah salah satu upaya menjual buku yang telah kita terbitkan sehingga akan kembali mennutup modal dan bahkan bisa untung.

Pada kesempatan mala mini moteri pemasaran buku dengan narasumber bapak Agus Subardana dan moderator bapak Sigit Purwo Nugroho, yang akan menyampaikan materi sangat penting untuk mendapatkan fulus dari karya buku yang kita terbitkan.

Berikut ini adalah strategi pemasaran buku terjual laris:

ü  Place, tempat yang stategis

ü  Price, Harga yang kompetitif

ü  Product, mutu Product

ü  Promotion, Kecepatan Promosi

Strategi pemasaran penjualan buku

Perlu memperhatikan empat factor. Berbicara tentang marketing salah satu prosesi yang banyak dihindari, namun paling banyak dibutuhkan oleh perusahaan. Apapun itu bentuk perusahaannya. Bagi seorang penulis buku, terutama buku yang diterbitkan secara indie dan PoD penting menguasai strategi pemasaran buku.

Dalam menerbitkan buku solo perdana ini dapat kita lakukan dengan mengumpulkan hasil resum belajar menulis 25 dijadikan satu file, kemudian kita lengkapi dengan daftar isi, prakata, synopsis dan semua perlengapan naskah buku silo yang telah kita siapkan.

Strategi pemasaran penjualan buku sangat dipengaruhi oleh banyak aspek dan unik . Kenapa demikian , hal ini dapat dilihat dari jenis – jenis buku yang di terbitkan. Jenis – jenis buku yang di terbitkan tersebut dikelompokkan menjadi katagori buku. Salah satu contoh Penerbit ANDI Offset menerbitkan buku cukup banyak katagori produk yaitu ada 32 katagori produk buku ( Katagori buku Anak, buku Bisnis, Buku Pertanian, Buku Fiksi - Novel, Buku Pengembangan Diri, Buku Teks , dll ).

Dari jenis – jenis katagori buku tersebut disinilah kita akan melakukan pemetaan berdasarkan segmentasi jenis katagori buku yang diterbitkan . Pada umumnya kegiatan pemasaran buku berkaitan dengan berkoordinasi beberapa kegiatan bisnis .  Sehingga strategi pemasaran pada umumnya di pengaruhi oleh faktor yang meliputi :

1.  Faktor Mikro yaitu perantara, pemasok, pesaing dan masyarakat.

2.  Faktor Makro yaitu demografi-ekonimi, politik-hukum, teknologi-fisik dan sosial-budaya.

Pentingnya Transformasi Digital

Dampak dari pandemi COVID-19 telah mengubah dunia menuju era Low Touch Economy. Era ini ditandai dengan interaksi antar individu yang minim sentuhan fisik atau low-touch, keharusan mengecek kesehatan dan keselamatan, perilaku yang baru hingga pergeseran di sektor-sektor industri., terutama sektor Industri Perbukuan. Perubahan ini tentu akan berdampak ke banyak hal, mulai dari tempat bekerja, Cara belajar – mengajar ,  kehidupan keluarga hingga aktivitas sosial. Strateginya yang utama yang kita pakai adalah Digital Marketing dalam melakukan transformasi mendasar pada bisnis penerbitan buku .

Untuk penjualan buku lewat

1. Online ini kita harus terus proaktive untuk terus promosi , supaya kita dapat :

-    Menyebarkan informasi produk secara masif kepada target pasar potensial

-    Mendapatkan konsumen baru dan mempertahankan konsumen yang sudah ada sehingga kesetiaan konsumen terjaga.

-    Menjaga kesetabilan penjualan saat kondisi pasar lagi lesu

-    Menaikan penjualan dan profit

-    Membandingkan dan keunggulan produk dibandingkan dengan pesaing

-    Membentuk citra produk dibenak mata konsumen sesuai dengan yang diinginkan

-    Mengubah tingkah laku ( yang kurang minat beli , menjadikan tertarik beli ) , persepsi dan pendapat konsumen.

2. Strategi pemasaran buku serangan Darat (OF LINE ).

Untuk menguasai seluruh wilayah nusantara ini dalam penetrasi pasar buku , kita harus melakukan pemetaan wilayah dengan membuka cabang tiap kota besar yang potensi pasarnya sangat baik. Kami Penerbit Andi telah mempunyai 90 cabang di kota dari Aceh s.d Papua, dengan menempatkan tenaga pemasaran di tiap kantor cabang tersebut.

3. Pemasaran Buku Lewat Komunitas

Kita tentunya punya komunitas masing – masing sesuai dengan kapasitas kita untuk membentuk komunitas dan relasi , maka gunakanlah jaringan komunitas kita untuk sarana promosi dan penjualan buku . Penjualan lewat komunitas  akan lebih efektive dan efisien sehingga tingkat keberhasilan nya lebih tinggi penjualan buku yang kita tawarkan. Kuncinya kita harus proaktive komunikasi dan interaksi dengan komunitas serta dapat menjaga integritas pribadi kita.

Penerbit ANDI juga terus mengadakan aktifitas pemarasan lewat komunitas dengan mengadakan webinar lewat link  Zoom , Live Youtube TV. ANDI, dengan tema – tema yang menarik ...

Strategi pemasaran buku serangan Darat (OF LINE ).

Untuk menguasai seluruh wilayah nusantara ini dalam penetrasi pasar buku , kita harus melakukan pemetaan wilayah dengan membuka cabang tiap kota besar yang potensi pasarnya sangat baik. Kami Penerbit Andi telah mempunyai 90 cabang di kota dari Aceh s.d Papua, dengan menempatkan tenaga pemasaran di tiap kantor cabang tersebut.



Strategi pemasaran buku serangan darat ini kita kelompokkan berdasarkan target pasar yang kita tuju , antara lain :

1.      Toko Buku

Penerbit Buku yang mampu memproduksi sendiri dan mempunyai mesin percetakan sendiri , sebagian besar sebagai pemasok Toko buku di Indonesia. Untuk bisa masuk dan sebagai pemasok rutin di toko buku maka  kita perlu pemetaan jenis toko buku. Toko buku ini kita petakan menjadi tiga jenis yaitu Toko Buku Modern, Toko Buku Semi Modern, dan Toko Buku Tradisional.

2.      Directselling

Pemasaran Buku melalui Directselling ini kita petakan berdasarkan jenis katagori buku yang kita terbitkan . Jenis Katagori buku penjualan lewat Directselling ini kita bagi menjadi beberapa target pasar yaitu :

-    Buku Pendidikan (Buku mata pelajaran Utama dan buku pendamping untuk jenjang TK, SD, SMP, SMA, SMK).

-    Buku Teks Perguruan Tinggi untuk semua mata kuliah

-    Buku Referensi untuk jenjang TK, SD, SMP, SMA-SMK , Perguruan Tinggi dan umum

Dengan pemetaan jenis katagori tersebut diatas maka kami sebagai Industri Penerbitan buku melakukan terobosan pemasaran dengan menempatkan tenaga penjual (Sales) di setiap wilayah Kota dan Kabupaten.

Kami Penerbit ANDI Offset mempunya 96 Cabang di Indonesia dari Aceh s.d Jayapura

 

Luar biasa materimmalam ini, dan lengkap sudah materi yang telah di berikan oleh bapak Agus Subanada, kemudahan dan jalan menuju roma telah terbuka lebar gunakan kesempatan tunggu apa lagi. Tetap semangat untuk saya pribadi dan teman bapak ibu di grup BM 25 dan 26

Penerbit indi adalah penerbit mayor, sangat luar biasa kalau tulisan kita bisa masuk pada penerbil yang telah terbukti reutasi dan sepak terjangnya dipenerbitan dan pemasaran


Temanggung, 29 Juni 2022

 

Peluncuran Buku Antologi FPGL Kabupaten Temanggung

 Temanggung, Jum'at 21 Maret 2025, di aula Ki Hajar Dewantara menjadi momen bersejarah literasi kabupaten Temanggung. Saat yang sangat d...